Tampilkan postingan dengan label Free Article. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Free Article. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Agustus 2012

Fun Studying

0


Prolog

“I’m lazy, I won’t attend the English class. It’s really really boring!!!”
“Oh man, it’s hard! I don’t understand. Why the heck is this part so difficult?”
“What? Math? No thanks, I’m sick of it, it drives me crazy.”


Every now and then, we hear those statements really often, even from our own mouth. Whenever we felt a lesson is really difficult to understand. Not only in Math lesson, but also in every lesson that round our brain like a hurricane and strike it as a thunderstorm. Actually the lesson is not as hard as we thought, but we cannot think smoothly because we are so pessimistic about it. There are some reason others that.

Here I am want to help you how to solve the problem and learn everything much faster than before. Although this article is just about studying, I am sure it can be used on another problem as well because all ways of studying are basically same. I do hope it will be useful for us.

Study Analysis

Actually, if we look closely to the problem above, we can understand the real reasons that cause it. Here are some of the funniest reasons I found:

1. Studying in the class is boring
Believe it or not, studying is in the second rank of “the most boring thing in this world” after waiting. It is because most of teachers in this world do not give their student some times for being active in the class. They only let the students listen to their speeches on the chairs and order them to write. That is really horrible. They do not realize that students feel bored and hope of crushing the class as soon as possible just to get out of that hell of boring.

2. Studying alone is even more boring
After being bored in the class, any student will feel desperate. I am pretty sure that actually from the bottom of their heart, they really want to study and be clever like the rest of their friends. So they will think that they should study alone in their homes. But studying alone is more boring than studying in the classroom because no one there to ask to when they need helps. It makes them more and more desperate. And finally, they will give up and stop like a very pity chick that separated from its parents.

3. Not doing anything is the most boring thing
If the students finally given up studying, they will feel even more bored of not doing anything. They will try to find another thing to do to spend their zero time whatever it is. Playing games, reading comics, browsing, watching TV, listening music, or the worst: sleeping. Maybe it is OK as long as what they do is a positive works. But what will happen if they do something else, I mean something negative, beating their friends, bullying, hanging out without any destination, wrecking the house, or even stealing. We should never let this happen forever and ever or some people are going to be hurt.

Problem Solving

If we take a good look of the reasons above, we can understand the main culprit of the problems: boring. As we can see, boring can mess up everything including our very own hobby. We may like football, but one day we will feel that football is boring and we will not like it anymore. So, how to make studying fun?

First thing first, we should know something fun, something that can make us feel happy. Secondly, combine that fun thing with studying. Example in learning English, we can study English through English-based comics, or English-based films, English-based games, or every fun thing we can mix with. It will result a very great effect in our mood, and whenever we feel in a good mood we can study happily even though studying is boring. Here is the formula I realize about it:

Boring Thing + Fun Thing = Fun Thing

So, basically all boring thing can be a fun thing if we mix it with another fun thing. In example, we can make waiting be more fun if we mix it with some fun mobile games and the waiting will bore no more. That is why I said that this article can be used not only in studying but also in another matter as well.

Conclusion

It has been years since we born in this world. We should realize that there are a lot of boring things in this world and they can destroy our happy life and we cannot escape of them. So the only thing we can do is confront them with full force we have and manipulate it for our advantage. Just remember the formula and I am sure everyone can do this and success.

Read more

Terima Kasih Pahlawanku

0


JASMERAH – Jangan melupakan sejarah *Soekarno*


Tempo hari seluruh lapisan masyarakat Indonesia bersuka cita merayakan hari kemerdekaannya, hari dimana negara yang dulunya dikuasai oleh negara sana dan sini akhirnya berhasil bebas dari cengkeraman penjajahan. Berkat perjuangan tanpa henti dari pahlawan-pahlawan yang dengan gigih bergerak demi kita, anak-cucunya.

“Jangan melupakan sejarah”, demikianlah salah satu nasehat yang ditinggalkan presiden pertama kita. Jika kita bawa kepada konteks kemerdekaan, maka nasehat ini bisa diartikan “jangan melupakan jasa para pahlawan”. Walaupun mereka mungkin tidak pernah minta diingat, tidak pernah minta dihargai, dan bahkan tidak pernah minta diberi gelar pahlawan. Namun apakah pantas jika kita, anak-cucunya, yang mendapatkan kemerdekaan karena jasa mereka, tidak mengingat mereka, tidak menghargai mereka, dan tidak mempahlawankan mereka? Cuma orang TOLOL, EGOIS, dan TAK BERKEMANUSIAAN yang melakukan hal tersebut.
*Ya Tuhan, lindungilah kami dari ketololan, keegoisan, ketidak berkemanusiaan, dan sifat jelek lainnya. Amin*

Lantas, bagaimana cara mengaplikasikan nasehat diatas? Apa cukup dengan mengingat saja? Menghargai saja? Atau memberi gelar pahlawan saja? Tentu tidak.

Banyak tulisan yang membahas tentang ini. Sebagian mengatakan bahwa caranya adalah dengan tidak menyia-nyiakan kemerdekaan ini, dan memaksimalkan segala sesuatu yang kita kerjakan saat ini. Bagi yang pelajar belajarlah semaksimal mungkin, agar ilmu pengetahuannya berguna bagi negara. Bagi tentara perkuatlah diri semaksimal mungkin, agar kekuatannya berguna bagi negara. Bagi ulama bimbinglah umatnya semaksimal mungkin, agar umat bimbingannya berguna bagi negara. DST.

Saran ini bagus, dan saya sangat sepakat dengan hal tersebut. Selain itu masih banyak pula pendapat lain tentang cara mengisi kemerdekaan hasil perjuangan para pahlawan ini, dan saya pun punya opini sendiri.

Bagi saya, menghargai pahlawan pada masa kemerdekaan adalah dengan menghargai pahlawan-pahlawan saya sekarang. Saya punya banyak pahlawan pribadi, ibu saya, ayah saya, adik-adik saya, sahabat-sabahat saya, guru-guru, sayasenior-senior saya, dan semuanya yang berperan besar dalam mengembangkan dan membimbing saya, semua adalah pahlawan.

Ibu mengajarkan saya untuk sabar dalam setiap cobaan, ayah mengajarkan saya untuk kuat menghadapi segalanya, adik saya adalah pendorong untuk berlari lebih cepat, sahabat saya selalu menemani dalam keadaan susah dan senang saya, para guru adalah mereka yang selalu bersabar dan berbaik hati mewariskan ilmu kepada saya, senior adalah pihak yang mengarahkan saya ketika saya masih bego. Semua adalah pahlawan.

Jika saya berhasil di mata pahlawan yang ada di hadapan saya sekarang, saya pasti bisa berhasil di mata mereka yang ada di masa lalu. Sebaliknya jika di mata pahlawan masa kini saja saya gagal, mengecewakan, dan membuat malu mereka, apalagi bagi pahlawan di masa lalu.
*Ya Tuhan, bantulah kami untuk menjadi pribadi yang membanggakan bagi para pahlawan kami*

Ini menurut saya, apa anda sependapat dengan saya? Atau punya pendapat lain? Silahkan.
*DIRGAHAYU INDONESIA*

Read more

Jumat, 27 April 2012

Catatan singkat tentang KEPEMIMPINAN

0

"If the king doesn’t move, the rest won’t follow."
Lelouch Vi Britania - Code Geass, Lelouch of The Rebellion, Episode 1: The Day The Demon Prince was Born.
***

Pagi sobat. Siapa seneng main catur? Suka g suka pasti kita pernah denger apa yang namanya catur. Biasanya sih yang suka itu karena dia pinter mainnya n sering menang, sedangkan yang g suka itu berarti sering kalahan atau malah g bisa main sama sekali. Bener g tuh?

Anyway, catur adalah salah satu game terbaik di dunia, karena ia mengajak kita berpikir seserius mungkin untuk mengalahkan lawan. Saking hebatnya, bahkan dikatakan oleh Asuma Sensei di komik Naruto bahwa shougi (catur Jepang) pada masa lalu merupakan media bagi ahli taktik untuk merencanakan strategi perang mereka. Jadi, seandainya para master catur dunia saat ini mau, mungkin mereka bisa menaklukkan dunia #ngimpi. Hahaha

Quote diatas adalah salah satu filosofi catur yang menurut saya, sangat keren untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita. Apalagi jika kita memiliki posisi sebagai pemimpin, ya pemimpin keluarga lah, pemimpin suatu organisasi lah, atau minimal pemimpin diri kita sendiri. Buat presiden SBY yang tercinta dan akhir-akhir ini sering galau juga boleh kok.

Pemimpin itu tugasnya bukan cuma ngomando doank, nyuruh sana-nyuruh sini sambil pegang senapan buat nembakin siapa yang membangkang. G bisa gitu coy. Pemimpin itu juga harus menjadi SURI TAULADAN bagi bawahannya. Artinya, pemimpin lah yang bergerak duluan, baru boleh nyuruh-nyuruh.

Selain itu, ada dua filosofi kepemimpinan lainnya yang rada bagus juga nih.

“If the king move alone, the rest can’t protect”. Jika seorang pemimpin terlalu EGOIS dan SOMBONG, menganggap dirinya mampu menyelesaikan semua sendiri, tidak mengindahkan suara bidak A dan suara bidak B yang bermaksud melindunginya, maka ia akan mati percuma. Ingat, organisasi adalah milik banyak orang, bukan milik anda sendiri, hargailah anggota anda, rangkul lah sebaik-baiknya, dan dengarkan suara mereka.

Satu lagi nih:: “If the king kick his own pawn, the rest will rebel”. Apabila pemimpin MENENDANG bawahannya sendiri, semua akan berontak. Maka pimpin lah anggota kalian dengan wibawa, bukan otoritas.

Jadi pemimpin emang g gampang, tapi udah takdir kali ya, semua orang pasti jadi pemimpin. Kita yang masih remaja mimpin diri sendiri, ibu mimpin anaknya, ayah mimpin keluarganya, pak kades mimpin kampungnya, pak gub mimpin daerah, pak pres mimpin negaranya, DST lah pokoknya. Suka g suka, kita harus bisa memimpin. Makanya belajarlah, biar bawahanmu dan dirimu sendiri g menderita akibat kepemimpinanmu.

Dan terkhusus buat semua sahabat saya yang sekarang memimpin. Selamat berjuang kawan, kami pasti akan selalu mendukungmu!!!

Read more

Rabu, 25 April 2012

Catatan Singkat Tentang SEMANGAT HIDUP

0

What doctors can do is only to reach out to patiens who want to stand up. The will to stand up is from the patient himself.

Asada Ryutaro, Iryu (a.k.a. Team medical Dragon) Karte 08
***

Met sore sobat. Curhat dikit ya.. Beberapa waktu yang lalu saya nonton Iryu, versi sinetron dari komik berjudul Team Medical Dragon yang sudah saya baca beberapa tahun lalu. Entah kenapa melihat perjuangan para dokter menyelamatkan nyawa pasien, serta perjuangan pasien melawan penyakitnya, membuat air mata tanpa terasa menetes dengan sendirinya. Menurut survey, jarang-jarang lo cowok nangis, apalagi cuma gara-gara sinetron, tapi g tau juga kenapa kok kemaren tanggul di mata saya g kuat menahan serbuan tsunami di belakangnya. Ngalah-ngalahin lumpur Lapindo nih. Hahaha

Di sela-sela nonton itulah saya teringat sms salah seorang teman yang isinya juga curhat. Ceritanya dia ini lagi ada masalah berat, SANGAT berat, sampe-sampe dia ngerasa pengen mati aja, g sanggup mengangkat beban seberat ini. Ya Tuhan.. Berikanlah kami kemudahan untuk mengatasi segala cobaan yang Engkau berikan. Aminnn... Makasih ya udah dengerin curhat saya. :)

Anyway, beginilah warna-warni dunia. Disana ada banyak orang yang berjuang keras untuk hidup, sedangkan di bagian bumi yang lain malah ada yang ingin membuangnya.

Quote kali ini mengajarkan betapa pentingnya hidup itu. Para dokter luar biasa yang hidup dalam film tersebut akan berjuang sekuat tenaga menyelamatkan pasiennya selama masih ada harapan, sekecil apapun itu. Namun semangat hidup dan hasrat akan kesembuhan berasal dari pasien itu sendiri. Saya pernah denger ada penelitian yang berhasil membuktikan bahwa keinginan kuat pasien untuk sembuh berpengaruh besar terhadap proses pengobatan yang dijalaninya. Coba pikir deh, gimana dokter bisa bantu kalo kamunya sendiri udah nyerah berjuang melawan penyakit itu?

Di kehidupan nyata, sebenarnya teman, bo-nyokap, adek-kakak, DLL adalah sosok dokter yang mampu membantumu mengatasi masalah apapun. Tapi kalo kamunya sendiri udah nyerah dan lebih memilih lari ketimbang menghadapi segalanya, ya udah... bye-bye aja deh.

Cobalah sekali-kali kalian pergi ke rumah sakit, liatin mereka yang berjuang habis-habisan melawan penyakitnya. Kali aja dengan begitu timbul kesadaran dalam diri kita mengenai pentingnya hidup ini. Bukannya nikmat sehat terasa karena ada sakit, dan nikmat hidup terasa karena ada kematian kan?

Jangan mau donk ikut-ikutan adat harakiri Jepang, salah dikit aja langsung bunuh diri. Padahal kalo kamu terus hidup, suatu hari pasti kesalahan itu bisa diperbaiki.

So, hargailah hidupmu, dan hargailah Tuhanmu yang udah baik hati ngasih kehidupan itu. Cepetan sana sholat yang banyak. :D

Read more

Catatan Singkat tentang BAKAT

1

Ever since I lost my studying talent, my comprehension has gone down. For something I would’ve understood the first time, I now need one hundred times to understand. But, if I study one hundred times more I should make it.
If you don’t have the talent you work hard to make up for it, and that’ll do.

Ueki – The Law of Ueki, Episode 04: Tha Law of Martial Arts
***

Salam kangen sobat. “Life is never flat” kata Agnes Monica dalam iklan Chitato beberapa tahun yang lalu, hidup itu nggak ada yang luruuuuus aja, pasti ada tikungan tajam di sana-sini. Cobalah sekali-sekali kalian menyusuri jalan-jalan beraspal di gunung yang menanjak-menurun dan penuh tikungan (dan kadang-kadang menyebabkan kecelakaan #pengalaman coy), tapi justru menyajikan pemandangan yang luar biasa Subhanallah-nya. Jadi jangan takut jika suatu hari ada satu-dua problem dalam hidupmu, karena bisa jadi masalah tersebut justru akan membawamu kepada kenikmatan yang tidak akan tergantikan oleh apapun. :)

Salah satu bentuk masalah yang seringkali dirasakan oleh manusia-manusia labil yang masih dalam masa pencarian jadi diri (jarene seh) alias remaja, atau siapapun lah tuek-muda juga boleh, yaitu disaat kita merasa g punya bakat buat melakukan sesuatu.

Misalnya ni ya, kamu aslinya suka nyanyi n pengeeen banget ikut Indonesian Idol. Kali aja hoki dipilih sama Agnes-Dhani-Anang yang kebetulan lagi baik hati #ngimpi. Tapi apa daya kok rasa-rasanya suara serak-serak becek n mulutnya bau jigong. Akhirnya kamu jadi pesimis duluan n g jadi ikut audisi deh... Sayang banget ya, padahal mungkin aja hoki beneran lo. :P

Anyway, emang sich aslinya manusia itu diciptakan berbeda-beda. Aku bakat nulis, kamu bakat baca. Aku bakat masak, kamu bakat makan. Aku bakat nyanyi, kamu bakat dengerin #prettt hahaha. Pokoknya intinya bakat kita beda-beda gitu deh, tapi bukan berarti klo kita g punya bakat terus kita g bisa melakukannya sama sekali kan?

Nah, dalam quote diatas, Ueki yang hidupnya di alam khayalannya Tsubasa Fukuchi itu ngajarin kita semua, bahwa ketiadaan bakat bukanlah akhir dari segalanya. Kasian lo dia, padahal dulunya puiiinter, cukup sekali belajar langsung paham segalanya. Tapi sejak kehilangan “bakat belajar”nya dia harus belajar ratusan kali baru ngerti ni pelajaran maksudnya apa. Namun justru ia menjalaninya dengan senang hati.

Kita yang hidup di alam nyata juga harus gitu donk. Walaupun kita g punya bakat, kita masih bisa menutupinya dengan hal lain. Kalo memang suara kamu udah jelek dari sononya, ya cari lah ciri khas yang bisa menutupinya, karena justru penyanyi yang survive itu adalah mereka yang punya ciri khas dan karakter yang beda dari yang lain. Liat aja boy-girlband yang suaranya pas-pasan gitu, tapi karena ada ciri khas berupa tarian K-Pop atau apapun namanya itu lah, mereka ya masih bisa eksis kok di blantika musik Indonesia.

So, tunggu apa lagi? Cepetan lari sana, kejar mimpimu!!! :D

Read more

Senin, 28 November 2011

Catatan Tentang NYUCI BAJU

2

 
Hari itu, sabtu 26 Nopember 2011, udah lebih seminggu aku g nyuci baju, udah numpuk-numpuk n g enak buat diliat ataupun dicium. Maklum lah coy, udah lumrah di kalangan mahasiswa laki-laki disini kalo kuantitas baju bersihnya belum sampai ke taraf “habis” atau “tinggal satu” pasti agenda mencuci tidak akan masuk dalam jadwal hariannya. G usah protes ya bos, biar cucian kita banyak, penampilan ancur, wajah berminyak, yang penting tetep BAIK HATI, SUKA MENOLONG, dan TIDAK SOMBONG. Hahaha

So, berhubung keadaan baju bersihku juga udah dalam kondisi darurat, akhirnya dengan berat hati agenda mencuci pun dimasukkan dalam hari libur-santai TSB. Sumpah g asik banget, total cucian gue 20 biji coy, emang g sebanyak total cucian di rumah yang dibantu mesin cuci seh, tapi ya capek bin teler juga manual gini. Ckckck

Sambil nyuci, gue merenung (haha, percaya g loe?) tentang masa-masa hijrah ku dari rumah bo-nyok yang rasanya udah lamaaaaaa bangeeeetttt. Jadi kalo dihitung-hitung sejak awal aku mondok sampe sekarang kuliah semester tua ini, ternyata udah hampir 10 tahun aku nyuci sendiri dipotong masa pulang. Hahaha

Lalu teringat daku pada waktu masih kelas 1 MTS dulu, waktu masih cengeng, suka nangis di pojokan karena kangen nyokap, n baru belajar nyuci. Beberapa bulan pasca pelepasan diriku di pondok nan jauhhhh dari rumah itu aku dijenguk untuk pertama kalinya. Saat itu aku lagi nyuci di komplek jemuran, n karena ane g dateng-dateng setelah berkali-kali dipanggil qism dhiyafah, akhirnya ortu nyusul ke jemuran, ngeliatin aku nyuci sambil tersenyum, aku juga tersenyum, senyuman bangga, anakmu udah bisa nyuci sendiri mak. Wkwkwk

Begitulah orang tua kita kawan, mereka sangat bangga karena prestasi apapun yang kita capai, sekecil apapun itu. Urut aja dari waktu kita kecil, pertama kali jalan, pertama kali ngomong, bisa baca, bisa nulis, bisa belajar, jadi bintang kelas, mulai mandiri, NYUCI SENDIRI, mandi sendiri, dan semua-semua yang meningkatkan level kita di mata mereka selalu membuat mereka bangga.

Kebanggaan orang tua itulah yang melahirkan kebahagiaan dan kedamaian buat mereka, dan itulah tujuan final kita sebagai anak. Kita nggak mungkin bisa ngebales semua jasa mereka yang udah nyuapin, gonta-ganti popok, ngasih duit buat jajan, beliin PS sebagai hadiah naik kelas, bikinin teh dan gorengan lengkap di pagi hari, DSB yang udah menjadi daging dan darah di tubuh kita ini. Solisinya ya bikin mereka bangga, cuma itu...

Nah, sekarang kita udah gede coy, hal apa lagi yang bisa kita lakukan untuk membuat mereka bangga? Monggo dijawab sendiri-sendiri ya.... ^_^

Read more

Minggu, 20 November 2011

Catatan Tentang Kesia-siaan

0


Pagi sobat, sungguh matahari adalah sesuatu yang luar biasa, sinarnya tetap gagah walaupun dihalangi ribuan awan hitam, dunia masih terang walaupun petir bersahut-sahutan. Tapi bukan cuma matahari, bulan, air, udara, tanah, api, debu, pepohonan, hewan, atau seekor nyamuk kecil yang menggigit anda sekarang, semuanya adalah suatu ciptaan yang tidak bisa ditandingi oleh manusia.

Ma khalaqta hadza bathila. Ya, tidak ada yang sia-sia. Segala sesuatu yang ada di alam ini mempunyai perannya. Ada yang menambah bagian diri kita, atau menguranginya, tidak ada yang berefek nol. Begitulah faktanya.

Namun ternyata disana banyak mereka yang meyakiniki bahwa sia-sia itu ada, yang menganggap ada hal yang tidak ada gunanya, tidak ada efeknya. Ini kesalahan perspektif yang fatal, karena berbagai amal yang mereka yakini sia-sia itu bukannya tidak ada efeknya. Tentu ada, mengurangi atau menambahi, cuma itu pilihannya, tidak ada pilihan ketiga bernama NOL.
***
Duh, terlalu serem nih gue nulisnya. Sory.. Hihihi, bukan gaya gue nihhhh.

Kembali ke laptop. Sebenarnya ane nulis gini karena ada angin-angin nggak enak yang kayaknya nyungging-nyungging tulisan ane akhir-akhir ini, yang review-review itu loh. Ngapain coba nge-review film, apalagi komik, nggak penting banget, review buku kek sono. Gitu katanya. Pait banget nih rasanya, mengkudu men!!! Tapi karena rasanya mengkudu, biarpun pait tetep bervitamin dan bermanfaat bagi tubuh. Wkwkwk

So, hubungannya ama tulisan serem diatas itu karena nulis review-review kemaren itu dianggap sia-sia, nggak ada gunanya. Padahal kan ma khalaqta hadza bathila katanya, nggak ada yang sia-sia, adanya bermanfaat atau merugikan, gitu aja kan?

Tapi gini aja dech enaknya buat nembak balik orang-orang mengkudu itu; saya tahu nonton film dan baca komik (apalagi nge-review) itu sia-sia, tapi saya nontonnya dan ngereviewnya film dan komik yang ada pesan moralnya, dengan subtitle berbahasa Inggris. Jadi saya bisa nonton sambil belajar berbahasa dan berakhlak, nggak sia-sia kan. PUAS???

Ingat kawan, tahi kambing pun bisa menjadi kompos, ampas gergaji bisa jadi boneka, apalagi komik dan film yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh oleh mereka yang ahli di bidang itu.

Maaf ya kalo aku jadi serem gini. Peace. V^_^b

Read more

 
Design by ThemeShift | Bloggerized by Lasantha - Free Blogger Templates | Best Web Hosting